Firdaus Cahyadi: Green Bond BNI, Jangan Sekedar Gimmick Marketing

    Firdaus Cahyadi: Green Bond BNI, Jangan Sekedar Gimmick Marketing

    JAKARTA - Penawaran Green Bond BNI harus didahului dengan munculnya komitmen bank tersebut untuk menghentikan pendanaan ke proyek energi kotor batu bara.

    “Tanpa adanya komitmen untuk menghentikan pendanaan ke proyek batu bara, green bond itu hanya sekedar gimmick marketing, " ujar Team Lead 350 Indonesia Firdaus Cahyadi, Selasa (14/06/2022).

    JEJAKPOLITISI.COM
    market.biz.id JEJAKPOLITISI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gimmick adalah sesuatu berupa alat atau trik yang berguna untuk menarik perhatian dengan mengelabui lawan. Daya rusak batu bara, menurut Firdaus Cahyadi, sangat berbahya, baik secara ekologis maupun sosial.

    JUSTISIA.CO.ID
    market.biz.id JUSTISIA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Data International Energy Agency (IEA) memperkirakan tambang batu bara Indonesia menghasilkan 1, 18 juta ton metana, yang setara dengan 101 juta ton CO2. Jumlah ini hampir dua kali lipat emisi CO2 Jakarta, Metana merupakan salah satu jenis GRK penyebab krisis iklim, ” jelas Cahyadi.

    Selama ini, menurut Firdaus Cahyadi, seringkali terjadi perbedaan yang tajam antara klaim green dan praktik pendanaan di sektor perbankan.

    OPOSISI.CO.ID
    market.biz.id OPOSISI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “BNI misalnya, mengklaim mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi GRK, namun dari sisi pendanaan BNI justru masih mendanai batu bara, penyebab krisis iklim, ” jelasnya.

    Mengutip data dari Moody's Investor Service, jelas Firdaus Cahyadi, pada tanggal 23 November 2021, perusahaan tambang batu bara ABM Investama mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pinjaman sebesar 100 juta USD dari dua bank BUMN, salah satunya adalah bank BNI. Sebelumnya, pada April 2021, Bank BNI terlibat dalam pemberian kredit sindikasi pada Adaro.1. Adaro sendiri merupakan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia yang memiliki cadangan batubara sebesar 1, 1 miliar ton.

    “Nasabah BNI, utamanya kaum muda, sudah mulai meningkat kesadarannya terhadap lingkungan hidup, tidak butuh gimmick marketing. Mereka ingin BNI segera berkomitmen menghentikan pendanaan ke proyek energi kotor batu bara, ” tegasnya. (***)

    BNI Firdaus Cahyadi
    Publikbali.com

    Publikbali.com

    Artikel Sebelumnya

    Inisiator KMPG Optimis Menpora Jayakan Olahraga,...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Ray verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 55

    Registered: May 4, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 10

    Registered: Apr 25, 2022

    HermanDjide

    HermanDjide verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 72

    Registered: Nov 23, 2021

    Edi Purwanto

    Edi Purwanto verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Sep 18, 2021

    Profle

    Ray verified

    Bali Putra Dewata  BB Agung Kuasai Group A Turnamen Pumek Cup 
    Sulinggih Jadi Korban, Investasi DOK Rugikan Ribuan Warga Bali
    Babinsa Monitoring Perkembangan Hewan Ternak di Pacung
    Tim Penyidik Kejari Buleleng Geledah Kantor LPD Anturan

    Rekomendasi

    Mengenal Pupuk Dasar Menanam Cabai Rawit
    Ingin Tau Sejarah AAU ?, Museum Karbol  Dibuka Untuk Umum 
    Ciptakan Bersih, Nyaman dan  Sehat, Babinsa Serta Warga Desa Penuktukan Karya Bakti  Bersama
    Cegah Virus PMK, Babinsa Banjar Kawal  Kegiatan Penyemprotan Kandang Ternak Warga
    Pembekalan Ibu Winayadhti Kanya Sena Menyambut HUT WARA Ke 59

    Ikuti Kami